Senin, 24 November 2014

JAGUNG dan BBM

Tanggal 17 November 2014 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan rencana kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan terhitung Pukul 00:00 wib, tanggal 18 November 2014, hingga kini para pakar masih mengulas dan mengkritisi kebijakan tersebut, disisi lain masyarakat di beberapa daerah juga masih melakukan penolakan / demo atas kebijakan yang diambil oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ditengah hiruk-pikuk atas kenaikan harga BBM, Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 November 2014 melantik HM Prasetyo, seorang politisi dari partai Nasdem sebagai Jaksa Agung, keputusan ini pun sontak mendapatkan kritik yang tajam dari para pengamat dan aktivis hukum, HAM dan anti korupsi.

Mengapa dua kebijakan Presiden Joko Widodo tersebut mendapat penolakan keras dari masyarakat?

Kenaikkan harga BBM akan berimbas pada kenaikan harga barang dan jasa dan hal ini tentu saja akan menambah beban hidup bagi warga masyarakat, sedangkan penunjukan Jaksa Agung dari politisi dikhawatirkan akan mempengaruhi independensi kejaksaan terhadap penanganan kasus serta rawan terhadap intervensi politik.

Diluar dua alasan tersebut rupanya Joko Widodo pada masa kampanye presiden TELAH MENJANJIKAN atas dua hal tersebut, yakni : subsidi BBM tidak akan dicabut dan Jaksa Agung tidak akan diambil dari orang partai. Namun pada akhirnya janji itu tiadalah dapat ditunaikan oleh Presiden Joko Widodo!!!

Apapun penolakan kita, apapun pengingkaran Joko Widodo atas janji-janjinya, kini semuanya telah terjadi, mari kita berikan kesempatan kepada Presiden Joko Widodo untuk bekerja, setelah mendapatkan 120 triliun rupiah dari kenaikan harga BBM, maka: Berapa banyak sekolah, jembatan, pelabuhan, bendungan dan pembangkit listrik yang akan dibangun atau direvitalisasi? Berapa kilometer jalan dan saluran irigasi yang akan dibuat atau diperbaiki? Drone dan Tol Laut kiranya akan direalisasikan? Dan berapa banyak keluarga miskin yang akan menjadi keluarga sejahtera? Lalu semoga saja Jaksa Agung HM Prasetyo dapat mempersembahkan prestasi yang tinggi untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan menuntaskan kasus-kasus besar, seperti : BLBI, pelanggaran HAM, dll.



SELAMAT BEKERJA, KAMI MENUNGGU BILAKAH JANJI DAN HARAPAN AKAN MENJADI NYATA?

Rabu, 19 November 2014

Teguh Santoso: Kado Pemerintahan Jokowi: BBM NAIK

Teguh Santoso: Kado Pemerintahan Jokowi: BBM NAIK: Tanggal 17 November 2014, siang menjelang sore, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Premium dan So...

Kado Pemerintahan Jokowi: BBM NAIK

Tanggal 17 November 2014, siang menjelang sore, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Premium dan Solar yang mulai diberlakukan pada Pukul 00:00 wib, 18 November 2014, harga BBM Jenis Premium dan Solar naik sebesar Rp.2.000 (dua ribu rupiah), dengan rincian Harga Baru : Premium Rp.8.500 (delapan ribu lima ratus rupiah) dari sebelumnya Rp.6.500 (enam ribu lima ratus rupiah) sedangkan Solar menjadi Rp.7.500 (tujuh ribu lima ratus rupiah) dari harga lama sebesar Rp.5.500 (lima ribu lima ratus rupiah).


Siapa pun Presidennya kenaikan harga BBM adalah kebijakan yang tidak populer dan selalu mengundang reaksi Pro dan Kontra di masyarakat, demikian pula yang terjadi pada kenaikan harga BBM era pemerintahan Joko Widodo karena kenaikan harga BBM berdampak dahsyat karena akan menambah beban ekonomi bagi rakyat kebanyakan seperti saya kecuali bagi anda yang memiliki pendapatan minimal 3 (tiga) kali lipat UMP DKI Jakarta Tahun 2014 atau bagi anda yang mendapatkan pendapatan sampingan berupa bunga simpanan deposito.


Secara berkelakar saya katakan: INGAT!!! Presiden Hanya Menaikkan Harga BBM, Bukan Sembako, akan tetapi sangat disadari betul oleh siapa pun bahwa kenaikkan harga BBM akan berdampak pada seluruh sektor kehidupan rakyat Indonesia, naiknya biaya transportasi akan memicu pada kenaikan harga-harga barang termasuk harga pangan dan hal ini tentu akan sangat memberatkan bagi ekonomi sebagian besar keluarga di Indonesia, sehingga secara berkelakar pula saya katakan:
Yang bilang : "BBM Naik, Aku Rapopo", itu Munaroh (menukil kata gaul untuk Munafik).


Orang-orang yang mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo atas kenaikan harga BBM, mungkin melepas pertimbangan bahwa saat ini harga minyak dunia justru sedang mengalami trend penurunan harga hingga mencapai kisaran USD80 per barel, kalau pun misalnya mereka dapat menerima alasan Presiden; bahwa subsidi BBM selama ini tidak tepat sasaran, sehingga lebih baik dikurangi, anggaran subsidi BBM bisa dialokasikan untuk membangun infrastruktur ataupun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi bukankah alasan tersebut juga menjadi alasan yang diajukan oleh Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada saat akan menaikkan harga BBM??? yang kemudian ditolak secara besar-besaran oleh elemen masyarakat orang per orang, organisasi atau pun LSM, mahasiswa maupun parlemen, padahal pada saat itu harga minyak dunia tembus pada kisaran USD110 per barel, pada kondisi sekarang ini mendadak saya menjadi rindu pada sosok seperti Rieke Diah Pitaloka (pemeran Oneng, serial TV: Bajaj Bajuri, politikus kenamaan dari PDIP) yang bersuara lantang menentang kenaikan harga BBM yang diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berharap dia pun bisa melakukan hal yang sama sekarang ini, hingga saya katakan: ONENG!!! "Kami butuh Suara Mu Untuk Menolak Kenaikan Harga BBM". Tapi entah ada dimana gerangan mereka, yang dulu maju paling depan mengatasnamakan wong cilik.



Menurut berbagai sumber media online dan salah satu yang menjadi rujukan bagi saya adalah link berikut: http://www.solopos.com/2014/11/18/kenaikan-harga-bbm-harga-keekonomian-premium-rp9-200liter-pemerintah-tombok-rp700liter-553022 dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp.2.000 (dua ribu rupiah) negara masih mensubsidi rakyat untuk pengadaan BBM sebesar Rp.700 (tujuh ratus rupiah) per liter, maka dengan alasan bahwa kenaikan harga BBM adalah bertujuan untuk mensejahterakan rakyat kenapa tidak sekalian saja subsidinya dicabut biar kita sebagai rakyat dapat dengan cepat menikmati kesejahteraan itu?

Dalam keraguan saya ingin mencoba meyakini : Demi Kesejahteraan Rakyat, BBM Harus Naik.


(ha.ha.ha.ha) Dengan miris saya tertawa, membayangkan :  "Apa sih sesungguhnya arti wong cilik bagi mereka? Mengapa keberadaannya sering timbul tenggelam dalam ingatan mereka, padahal statistik menunjukan bahwa keberadaan wong cilik itu memang nyata? Sambil bergumam saya berujar dalam hati: "Nasib wong cilik, engkau laksana buah, akan di panen bila waktunya tiba atau akan dibiarkan membusuk".




Note:
Tulisan ini dibuat dengan nalar saya sebagai orang yang kurang ilmu, kurang wawasan, tetapi punya beban pikiran untuk disuarakan, hasilnya mungkin benar mungkin juga salah tergantung dari sudut pandang dan keilmuan anda. salam.








Selasa, 04 November 2014

Latihan EVAKUASI dan PEMADAM KEBAKARAN

Guna untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta pemahaman kepada penghuni gedung ITC Mangga Dua apabila terjadi keadaan darurat kebakaran, maka pada tanggal 05 November 2014 diadakanlah Latihan Evakuasi dan Damkar yang diselenggarakan oleh pengelola gedung ITC Mangga Dua bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara


Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah agar masing-masing elemen dapat melakukan fungsi tugas dan peranannya masing-masing sehingga apabila terjadi keadaan darurat tidak terjadi kepanikan, dapat mengambil tindakan secara tepat dan cepat sehingga diharapkan tidak timbul kerugian jiwa dan materi

Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti, memang belum sempurna akan tetapi pantas untuk dibanggakan. BRAVO untuk semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.




























Senin, 18 Agustus 2014

Minggu, 17 Agustus 2014

Seputar Istana & Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-69

Siang itu tanggal 17 Agustus 2014 di seberang Istana Merdeka, ketika upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 69, ratusan orang memadati sisi luar Istana Merdeka tepatnya di sepanjang Jalan Medan Merdeka Utara, mereka, termasuk saya berharap bisa menyaksikan secara langsung pelaksanaan upacara bendera peringatan kemerdekaan RI yang ke 69, tapi apa lacur ... persis didepan Istana Merdeka didirikan panggung untuk kelompok paduan suara sehingga seluruh tampak depan Istana Merdeka nyaris tertutup oleh keberadaan panggung tersebut, hanya menyisakan sedikit celah bagi kita untuk dapat mengambil gambar melalui pintu gerbang
___________________________________________________________________________________